Feb 082014
 

46464_125308410964989_349361286_n

Cinta merupakan ” cahaya “,yg Alloh campakkan dalam hati manusia, rasa itu datang & pergi sangat cepat, secepat cahaya, karena wujudnya merupakan “Nuur” ,cahaya dari cahaya Tuhan Alloh subhanahu, cinta itu takkan pernah mampu terdefinisikan, karena dia akan memenuhi setiap ruangan, dia akan berbentuk sesuai ruangan yg ada, dia akan berlabuh dimana dia suka, dia mampu menembus waktu & batas, cinta mampu memutar arah jarum jam, mampu menggetarkan segala suasana, mampu meredam permusuhan, persengketaan & meredam ego,cinta mempunyai karekteristik yg bisa menyesusaikan dg suasana & pesona.
Kanjeng Nabi Teecinta bersabda :
المتحابين في على منابر من نور يغبطهم الأولون والأخرون
Orang-orang yg saling mencintai karenaKu (karena Alloh) di tempatkan diatas mimbar2 yg indah, orang2 terdahulu merasa “ghibthoh”(sifat iri yg terpuji) pada mereka, demikian juga orang2 yg hidup di akhir zaman.

Para sahabat selalu mengikat hati mereka dg Nabi tersayang dg tali ” Mahabbah “, rasa cinta itu mampu mengantarkan mereka pada maqam tertinggi,yaitu mengenal Alloh sang pencipta, hingga sekejap tak berjumpa Rosululloh mereka merasa rindu yg tiada batas, rindu yg bersumber dari Alloh dzat pencipta cinta, dg ketulusan cinta ini para sahabat Nabi mampu menundukkan dunia, kerajaan besar di zaman itu mampu di tundukkan dg rasa cinta ..

Para pecinta sejati selalu hidup dalam kebahagiaan & kedamaian, karna mereka merasa aman & tentram mengikatkan hati mereka ( dalam istilah tasawwuf di sebut Robithoh ) dg orang yg di cintai,hingga mampu menimbulkan energi positif, energi untuk berbagi, energi untuk menyayangi, energi untuk tidak mengecewakan, energi untuk ikhlas berkorban, energi untuk slalu berjuang bersama dalam setiap langkah kehidupan.

Bersambung ….

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)