Mar 182014
 

Burung besi airbus melandai, mengurangi kecepatan terbangnya, cuaca surabaya begitu cerah, mentari menuju peraduannya, ufuk barat nampak memerah bak bara api, sedikit demi sedikit malam menyelimuti, lampu2 kota berkelip, nampak lalu lalang kendaraan di jalanan surabaya, rumah2 penduduk terlihat berjejer tak teratur, kota surabaya yg penuh kenangan para pahlawan, mengusir & melawan penjajah.
Burung besi itu semakin menurun, ada suara sang pilot ,” we want to Landing “, sabuk pengaman para penumpang mulai di pasang erat, pramugari sibuk ke depan & kebelakang memeriksa kursi & sabuk pengaman para penumpang, setelah beberapa menit pesawat itu menyentuh daratan, terasa sedikit goncangan, pak ahmad menarik nafas lega, “Alhamdulillah, ” kalimat syukur terucap.
” Selamat datang di bandara juanda surabaya, Terimakasih karna anda memilih terbang bersama kami Garuda Indonesia, semoga anda selamat sampai tujuan, sampai jumpa lagi..”
suara pramugari memecah suasana.
Pak Ahmad & Tansri Fulan menurunkan tas2 yg di letakkan di bagasi dalam pesawat, penumpang berantrian keluar menuju ruang bandara Juanda surabaya, mereka langsung menuju pemeriksaan imigrasi, setelah pemeriksaan passport selesai mereka menuju ruang bagasi untuk mengambil bawaan mereka, di dorongnya troli hijau dg perasaan berbunga2, sesekali menyapa orang2 yg menunggu bawaan mereka, tansri mencari tempat duduk di ujung ruangan, sambil menghidupkan smartphone yg -+ 1 jam dari Jakarta di matikan dalam penerbangan, ada beberapa sms masuk, dibukanya satu persatu sms2 yg masuk, tansri bahagia ada sms dari Aisyah putrinya, ” Assalam Ayah, how are you ? where are you now ? your angle alwasy love you so full …
Bersambung ..

image

Mar 172014
 

         Para penumpang pesawat Garuda GA 313 dg tujuan surabaya di mohon memasuki pesawat , ” suara penyiar keberangkatan pesawat terdengar melengking, memecah kesibukan para penumpang, Tansri & pak Ahmad bergegas maju ke depan, menyodorkan tiket pesawat masing2 kpd petugas bandara & Garuda Indonesia airways, mereka di sambut pramugari2 cantik yg tinggi putih dg senyum renyah tersungging, mempersilah setiap penumpang , memasuki kabin pesawat GA313, tansri & pak ahmad nampak duduk di kursi first class, sesekali pramugari melihat lihat pak Ahmad, mungkin wajah, pakaian & penampilannya kayak gak pas jika duduk di kursi first class, tapi pak ahmad cuek saja menyikapinya, ” banyak orang berpenampilan parlente, sepatu mengkilap, jaz mewah dg setelan dasi mencolok, baju bermerek, bahkan kayaknya made in luar negeri padahal produk cibaduyut Bandung, wajah tampan, tinggi besar,  tapi dompetnya kurus alias kosong, alias ” kere “, kata pak ahmad dalam hati, bahkan aku pernah berjumpa orang orang suku tengger di lereng gunung semeru, Lumajang Jawa Timur yg penampilannya gak meyakinkan banget, seperti orang miskin, tapi banyak yg kaya, bahkan pernah suatu saat ada kisah nyata, salah satu orang tengger datang ke kota Lumajang & masuk showroom mobil mewah, dia memegang2 salah satu mobil mewah, melihat hal itu si pemilik toko seorang china, berkata dg sinis,  ” Kalo kamu yg beli mobil ini sy akan diskon 70% dg nada menghina, sontak kejadian itu jadi perhatian para calon pembeli.
       Merasa terhina, orang tengger itu mendekati pemilik toko, betul kah yok ? iya betul , jawab sang pemilik toko, berapa harga mobil ini ? kata orang tengger itu, harga aslinya Rp350juta, khusus kamu sy diskon 70%, dg santai orang tengger itu mengambil uang yg di lipat2 kecil di sarungnya, di pinggir kopyah hitamnya, di saku celana pendeknya, di lipatan2 baju kusutnya, Alhasil uang itu lebih dari harga mobil itu, china pemilik showroom itu tertegun, karna di saksikan banyak orang, dia malu akan mengingkari janjinya, akhirnya kereta baru itu di bawa pulang orang tengger itu .. ingat cerita nyata itu pak ahmad tersenyum & bertambah PD ..( percaya diri ) ..
Bersambung …

Mar 162014
 

Tansri Fulan termenung dalam keheningan hati , orang2 yg berlalu lalang di bandara soekarno – hatta Jakarta bagai tak nampak, sesekali dia memandang photo gallery dalam smartphone samsung note 2 miliknya, dia pandangi satu persatu orang orang dalam photo itu, isteri tercinta datin Syahira binti Mat Jalil tampak memakai baju melayu hijau dg kaca mata hitam besar, tapi tansri sepertinya memusatkan pandangan pada gadis kecil dalam gendongan datin, Aisyah anakku sayang ,” tiba2 tansri menarik nafas panjang, sangat nampak dari wajahnya terpancar rasa cinta yg begitu mendalam, cinta seorang ayah pada putrinya, cinta yg tiada batas waktu & tempat .

Ada pepatah,” Jika anak tercebur sumur, orang tua langsung akan melompat untuk menyelamatkannya, tanpa berpikir akan keselamatan dirinya, tapi jika orangtua terjatuh dalam sumur , maka anaknya masih akan mencari ” tangga ” untuk menolong orangtuanya, dia juga tak memikirkan jika terlalu lama akan menyebabkan kematian orangtuanya.

Apalagi zaman sekarang, anak-anak sudah banyak yg tak lagi menghormati orangtua, memukul bahkan ada yg membunuh orangtuanya, ” ini betul2 zaman akhir, sekejap lagi kiamat, ” pikir tansri dalam hati, tapi aku bersyukur pada Alloh, putriku semata wayang ” Aisyah ” beza dg anak lainnya, dia anak yg baik, tak pernah melawan & mengecewakan aku & ibunya, dia sangat menghormati kami, ” tansri terkenang masa-masa indah bersama aisyah putri tercinta …

Bersambung …