root

Mar 132015
 

Bila sedang berpikir keras atau sedang merasakan sesuatu dihati yang amat serius, tanyakanlah pada diri:

Apakah semua ini akan menyelesaikan masalah atau malah menambah masalah?
Apakah Alloh ridho dengan pikiran, perasaan ini atau tidak?

Mudah-mudahan kita tidak terjebak, larut dan hanyut oleh pikiran dan perasaan yang merusak dan menjauhkan dari Alloh.

Bagi yang ingin di cintai Alloh, juga dicintai manusia inilah kuncinya.

Dari Abul ‘Abbas, Sahl bin Sa’ad As-Sa’idi radhiallahu ‘anhu, ia berkata: “Seorang laki-laki datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam lalu berkata: ‘Wahai Rasululloh, tunjukkanlah kepadaku suatu perbuatan yang jika aku mengerjakannya, maka aku dicintai Alloh dan dicintai manusia’. Mk sabda beliau : ‘Zuhudlah engkau pada dunia, pasti Alloh mencintaimu dan zuhudlah engkau pada apa yang dicintai manusia, pasti manusia mencintaimu”. (HR. Ibnu Majah no.4102)

“Orang yang beriman itu berkata: “Hai kaumku, ikutilah aku, aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang benar. Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.” (QS. Ghafir: 38-39)

Zuhud kepada dunia: bukan berarti tak berharta, tapi sama sekali tak diperbudak dunia ini, ada ditangan namun tak ada di hati.

Lebih yakin dengan apa yang ada di sisi Alloh daripada yang ada di genggamannya.

Zuhud terhadap apa yang ada ditangan orang; sama sekali tak menginginkan, berharap dan bergantung kepada orang lain.

Jumat penuh barokah dan rohmah, semoga Alloh melimpahkan barokah dan rohmah Nya kepada kita dan orang orang yg kita cintai dan mencintai Alloh & kita, aamiin.

Semoga Bermanfaat.
:)❤👍                                          Kiyai hj raden Muhammad Kholil syarifuddin Adzamatkhan MA –       Pengasas Dakwah Walisongo

 Posted by at 5:55 am